Selasa, 04 Februari 2020

Catatan seorang pengelana

Berkelana Hari, Treasure Hunter
DAS CILIWUNG


Sungai Ciliwung, bisa sebesar ini dan kadang kecil juga tergantung musim, bahkan sampai setiap musim hujan, kita tidak bisa terhindar dari telinga kita tentang banjir. Ternyata dari hulu sekitar 115 sungai dan anak sungai yang berasal dari tiga gunung yang saling menopang satu sama lainnya. Ketiga gunung itu adalah berada dalam satu kawasan Taman Nasional "Gunung Salak, Gunung Halimun, dan Gunung Endut". Yang adalah penghasil sumber air, terutama daerah Jabodetabek, '' Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Serta daerah yang perbatasan langsung seperti Cianjur, Sukabumi, Banten. Daerah² tersebut merupakan daerah yang mengairi sungai dari gunung dan  pengunungan² tersebut langsun, seperti gunung Pangrango dan gunung Gede, yang lumayan jauh tapi kelihatan dari satu gunung ke gunung yang lainnya.

Daerah Aliran Sungai (DAS) Sekitar Ciliwung ada tiga sungai besar yang tergabung menjadi satu Ciliwung, diantaranya "Cianten, Cisandane dan
Kalau Citarum, dari Sukabumi langsung bermuara ke laut". Banyak warga di sekitar das ini, sebagian belum memfasilitasi TPS (tempat sampah) dan langsung semua sampah dari beberapa rumah tangga dan industri (peternakan ayam, dan sejenisnya) langsung ke sungai. Hal seperti ini yang mengakibatkan banyak menyumbang sampah ke selat Jawa.

Pulau Jawa adalah, pulau yang paling padat jumlah penduduknya, kalau di dunia Indonesia ke empat yah setelah USA, India, dan China. Tapi kalau di Indonesia. Pulau Jawa adalah no satu dari semua pulau karena pusat dari segala pusat. Jadi tidak perlu bertanya mengapa dan kenapa harus terjadi. Walau pun kita terbiasa menjadikan masalah sudah terbiasa "oh itu banjir, karena sampah. Tapi tidak perna ada usaha reboisasi, bahkan tanah ditutupi dengan beton, jadinya air hujan langsung menuju ke sungai, bukannya menyerap dalam tanah (konservasi air/boivori) dan banyak lagi,.

Kota Bogor yang terkenal kota Beriman, tapi juga kota hujan, tidak bisa terhindar dari populasi yg padat, bahkan dinas perhubungan perna menempatkan Bogor adalah salah satu diantaranya kota macet dan angkutan umum paling banyak di Indonesia, jadi kalau kita lihat di puncak setiap malam Minggu (weekend) Kota Bogor jadi macet,. Kalo jumlah orang banyak (pengunjung/wisatawan) salah satu faktor juga yang penyumbang pendapatan (perekonomian lokal, ekologi nya perlahan terancam, dan sosial budaya nya semakin pudar, seperti (kawin kontrak dari sodara² timur tenga),. Kan Negara kita ini adalah salah satu negara yang menerima sampah dari beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, menurut Jhon Hosevan, direktur dari Kelompok Pemerhati Lingkungan, Greenpeace.

Bagian hulu dari sungai juga sudah ada isu alih fungsi yang lain "pembangunan villa diantaranya" dll² kecil tapi mengakibatkan sesuatu yang mengancam rupanya.

Bogor 01/02/20
#ayomenulis